11.293 Guru Agama di Jawa Timur Ikuti PPG Daljab Batch 3 Kemenag 2025
pokjawaspaijatim: Sidoarjo-Sebanyak 102.209 guru di bawah naungan Kementerian Agama dari seluruh Indonesia mengikuti pembukaan Pembelajaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 3 Kementerian Agama Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan doa lintas agama untuk bangsa. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (3/9) secara luring di kantor wilayah Kementerian Agama provinsi masing-masing, serta daring melalui Zoom secara nasional.
Dari Jawa Timur, tercatat 11.293 guru Pendidikan Agama Islam mengikuti PPG Batch 3. Dari jumlah tersebut, 7.398 guru dibiayai APBN, sementara 3.895 guru dibiayai APBD. Para peserta terdiri dari guru yang mengajar di jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, hingga SLB se-Jawa Timur.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jatim) mengikuti pembukaan dengan menghadirkan 100 guru perwakilan, terdiri atas 50 guru dari Surabaya dan 50 guru dari Sidoarjo, yang berkumpul di Aula Al-Ikhlas Kanwil Kemenag Jatim. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (Kabid PAIS) Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Amak Burhanudin, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Katolik, Aries Papudi, Pembimas Hindu, Budiono, Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kepala Seksi PAIS Kankemenag Kota Surabaya dan Kab. Sidoarjo, serta perwakilan MGMP, FKG, dan KKG.
Sebelum mengikuti pembukaan nasional secara daring, Kabid PAIS, Moh. Amak Burhanudin, menyampaikan selamat kepada para peserta yang telah lulus administrasi. Ia menegaskan bahwa Kanwil Kemenag Jatim bersama Dinas Pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota berkomitmen penuh memikirkan kesejahteraan guru.
“Harapan kami, PPG ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga kompetensi. Guru harus mampu menyesuaikan cara mendidik dengan perkembangan zaman, terutama berbasis teknologi. Materi yang disampaikan pun harus mudah diaplikasikan murid dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya berinovasi saat PPG, tetapi terus ditularkan kepada murid setelahnya,” pesannya.
Pembukaan nasional yang dipusatkan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta diawali dengan doa bersama lintas agama. Doa dipimpin secara bergantian oleh tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha, memohon keutuhan serta keselamatan bangsa Indonesia di tengah dinamika kebangsaan saat ini.
Selanjutnya dalam rangkaian acara pembukaan, Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam arahannya menekankan bahwa guru profesional harus memiliki empat kriteria: how to learn, learning how to teach, teach how to learn, dan teaching how to teach.
“Guru tidak hanya mengajar dengan ilmu, tetapi juga dengan spiritualitas. Jika pengajar menghasilkan keilmuan, pendidik menghasilkan intelektual, maka guru sejati mampu melahirkan cendekiawan. Persiapan mengajar bukan hanya soal buku dan laptop, tetapi juga ibadah dan doa yang dilakukan sebelum mengajar untuk memohon keberkahan ilmu yang akan diajarkan kepada para murid,” ungkapnya.
Usai memberikan pesan, Menteri Agama menyapa peserta dari berbagai provinsi melalui Zoom, kemudian bersama jajaran membuka secara resmi Pembelajaran PPG Daljab Batch 3 Kementerian Agama Tahun 2025.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Amien Suyitno, menambahkan harapannya agar seluruh peserta dapat lulus dan meraih kesejahteraan. “Guru sejati adalah guru yang profesional sekaligus memiliki passion. Melalui PPG ini kita berharap lahir guru-guru yang profesional dan berdedikasi penuh,” ujarnya.


